Prose #2

23 kilometer ku tempuh sudah perjalanan ini bersama tubuh rapuhku. Tubuh yang menemaniku melihat papan iklan destinasi-destinasi menakjubkan. Beberapa destinasi berhasil menyita perhatianku dan bahkan mendapatkan usahaku tuk menyinggahinya. Namun ntah mengapa tempat-tempat tersebut masih belum terasa tepat untukku.

Hati ini masih mencari, mencari tempat yang nyaman untuk kaki ini berpijak, tubuh berteduh, mata memandang, hidung bernafas, dan telinga ini mendengar pembicaraan alam semesta.

Jika aku diharuskan tuk berkata jujur, sebenarnya masih ada 1 hal yang juga dicari oleh hati ini. Seorang teman perjalanan. Teman yang mau merelakan waktunya untuk berjalan bersamaku. Mungkin ketika kutemukan orang tersebut, manapun destinasinya akan menjadi destinasiku juga. Mungkin kami juga bisa menentukannya bersama. Atau jika perlu kan ku ajak dia untuk membangun destinasi kami sendiri tanpa memasang papan iklan agar tidak disinggahi orang selain kami.

Dimanakah destinasi itu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s